GBP/JPY Turun di Bawah 161,00 karena Kekhawatiran Brexit Membayangi di Tengah Keraguan Menjelang BoE

  • GBP/JPY mengambil penawaran jual untuk memperbarui level terendah dalam perdagangan harian, mencetak penurunan ringan.
  • DUP menunjukkan kesiapan untuk menolak kesepakatan Brexit PM Inggris Sunak pada pemungutan suara hari Rabu.
  • Pasar masih belum jelas karena krisis perbankan menguji BoE.

GBP/JPY mempertahankan kendali di sekitar level terendah dalam perdagangan harian 160,76, turun 0,18% dalam satu hari menjelang pembukaan London hari Selasa, karena kecemasan seputar langkah Bank of England (BoE) selanjutnya bergabung dengan kekhawatiran Brexit. Perlu dicatat bahwa hari libur di Jepang membatasi pergerakan terbaru pasangan mata uang ini di tengah perasaan campur aduk mengenai krisis perbankan.

Pada hari Senin, BBC News mengutip Pemimpin Partai Unionis Demokratik (DUP) Sir Jeffrey Donaldson yang mengatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak cukup untuk mengatasi kekhawatiran yang telah disampaikan oleh partainya mengenai aturan perdagangan pasca-Brexit untuk Irlandia Utara. "DUP telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menentang kesepakatan tersebut - yang dikenal sebagai Kerangka Kerja Windsor - ketika anggota parlemen diberikan pemungutan suara untuk sebagian dari kesepakatan tersebut pada hari Rabu," tambah BBC News.

Di sisi lain, The Telegraph menyampaikan estimasi beberapa analis sembari mengatakan, "Bank of England (BoE) akan dipaksa untuk membatalkan kenaikan suku bunga pekan ini menyusul gejolak di pasar keuangan global." Perkiraan ini menjadi terlalu penting menjelang "Super Thursday" karena beberapa orang di lantai bursa memprakirakan kenaikan suku bunga sebesar 50 bp dari "Si Nyonya Tua", sebutan untuk BoE.

Di sisi yang lebih luas, harapan akan meredanya krisis perbankan tampaknya telah mendukung sentimen pasar dan menenggelamkan Dolar AS. Pengambilalihan Credit Suisse yang bermasalah oleh UBS, dengan membayar 3 milyar Franc Swiss (2,6 milyar Poundsterling), meredakan kekhawatiran pasar. Pada saat yang sama, pernyataan dari US Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) menyebutkan bahwa deposito Signature Bridge Bank akan diambil alih oleh anak perusahaan New York Community Bancorporation.

Perlu dicatat bahwa kekhawatiran yang beragam seputar gejolak perbankan menantang mood risk-on sebelumnya dan bergabung dengan kekhawatiran yang beragam mengenai langkah bank sentral utama untuk menghidupkan kembali imbal hasil obligasi pemerintah AS. Meskipun demikian, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun dan dua tahun memantul dari level terendah sejak September 2022 pada hari sebelumnya, sedikit mengalami kenaikan pada jam-jam awal Asia pada hari Selasa.

Ke depan, katalis risiko akan menjadi penting untuk diperhatikan oleh para trader GBP/JPY di tengah hari libur Jepang. Namun, pemungutan suara Brexit pada hari Rabu di Parlemen Inggris dan data inflasi Inggris akan sangat penting bagi para pengamat pasangan ini untuk mengamati arah yang jelas. Di atas semua itu, berita utama perbankan dan pembaruan BoE sangat penting untuk mengukur langkah selanjutnya dari pasangan mata uang ini.

Analisis Teknis

GBP/JPY tetap tertekan di antara garis resistensi miring ke bawah dari Oktober 2022 dan garis support naik dari 13 Januari, masing-masing di dekat 162,90 dan 158,80.

 

GBP/USD Terkoreksi Mendekati 1,2250 karena Indeks USD Mencoba untuk Pulih, Gebrakan Kebijakan Fed

Pasangan GBP/USD telah menunjukkan pergerakan korektif mendekati 1,2250 di sesi Asia. Pergerakan korektif pada Cable telah disaksikan karena Indeks Do
Leia mais Previous

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Bertahan di Bawah Angka $2.000 karena Pasar Menunggu Keputusan Kebijakan Fed

Harga emas mencapai level tertinggi tahunan baru pada hari Senin pekan ini, dengan XAU/USD mencapai angka $2.000 untuk ketiga kalinya dalam sejarah; t
Leia mais Next