Pasar Saham Asia: Diperdagangkan Lebih Tinggi di Tengah Harapan Stimulus Tiongkok

  • Saham Asia diperdagangkan di wilayah positif setelah data Tiongkok yang menggembirakan.
  • Penjualan Ritel dan Produksi Industri Tiongkok untuk bulan Agustus dirilis lebih baik dari yang diharapkan.
  • Para investor akan memantau survei awal Kepercayaan Konsumen dari University of Michigan (UoM) AS pada hari Jumat.

Saham Asia diperdagangkan di wilayah positif pada hari Jumat menyusul data Tiongkok yang lebih kuat dari prakiraan dan langkah-langkah stimulus dari pihak berwenang Tiongkok untuk meningkatkan perekonomian.

Pada saat berita ini diturunkan, Shanghai di Tiongkok naik 0,28% menjadi 3.135, Indeks Komponen Shenzhen naik 0,11% menjadi 10.208, Hang Sang di Hong Kong melonjak 1,66% menjadi 18.347, Kospi di Korea Selatan naik 1,27%, dan Nikkei di Jepang naik 1,28%.

Saham-saham Tiongkok menguat karena para investor lebih optimis akan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia. Biro Statistik Nasional (NBS) mengungkapkan pada hari Jumat, bahwa Penjualan Ritel Tiongkok untuk bulan Agustus meningkat 4,6% YoY dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya sebesar 2,5%, melebihi ekspektasi pasar. Sementara itu, Produksi Industri negara ini naik menjadi 4,5% di bulan Agustus dari 3,7% di bulan Juli, di atas ekspektasi pasar sebesar 3,9%.

Lebih lanjut, bank sentral Tiongkok menurunkan Giro Wajib Minimum untuk bank-bank sebesar 25 basis poin (bp) untuk kedua kalinya di tahun ini untuk mendorong pinjaman dan menstabilkan ekonomi.

Nikkei mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir dengan naik sekitar 1,28%. Yoshitaka Shindo, menteri ekonomi Jepang yang baru saja ditunjuk, menyatakan pada hari Kamis bahwa ia akan menerapkan semua langkah kebijakan ekonomi yang potensial dan menambahkan bahwa ia mengupayakan pertumbuhan yang baik dan pemerataan kekayaan sambil berusaha untuk mencapai reformasi fiskal.

Para pelaku pasar akan mengawasi rilis Indeks Manufaktur Empire State AS, Produksi Industri, dan survei Kepercayaan Konsumen Universitas Michigan. Angka-angka ini dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat suku bunga acuan oleh Federal Reserve (Fed) untuk sisa tahun ini menjelang pertemuan Fed pekan depan.

GBP/USD Bertahan pada Kenaikan Pemulihan Moderat di Sekitar Area 1,2420-25, Masih Belum Aman

Pasangan GBP/USD menunjukkan ketahanan di bawah angka 1,2400 untuk dua hari berturut-turut dan menarik beberapa pembeli selama sesi Asia pada hari Jum
Mehr darüber lesen Previous

Analisis Harga USD/CAD: Melanjutkan Penurunan di Sekitar 1,3500 di Tengah Lonjakan Harga Minyak Mentah

Pasangan USD/CAD melanjutkan penurunannya di sekitar angka 1,3500 selama awal sesi Eropa hari Jumat. Reli harga minyak mentah mendekati level tertingg
Mehr darüber lesen Next