AS: Risalah FOMC Tetap Bernuansa Hati-Hati – UOB

Ekonom Senior di UOB Group Alvin Liew mengomentari publikasi Risalah pertemuan 1 November FOMC terbaru.

Poin-Poin Penting

Dalam rilis risalah FOMC Federal Reserve AS untuk pertemuan 31 Oktober/01 November (yang dimajukan satu hari karena libur Thanksgiving mendatang) terbaru, kesimpulan utamanya adalah bahwa para pengambil kebijakan The Fed enggan untuk menyatakan akhir dari siklus kenaikan suku bunga karena mereka masih melihat risiko kenaikan inflasi dan yang tampaknya tidak ada dalam risalah pertemuan adalah pembicaraan tentang kemungkinan penurunan suku bunga tahun depan.

Prospek FOMC – Tidak Ada Perubahan Pada Pandangan Kami Soal Perpanjangan Jeda Hingga Pertengahan 2024. Risalah pertemuan terakhir tidak menghasilkan banyak reaksi pasar karena tidak mengambil risiko mengabaikan kenaikan suku bunga lebih lanjut atau secara eksplisit memperingatkan kenaikan suku bunga baru dalam waktu dekat. Oleh karena itu, kami mempertahankan proyeksi kami, memprakirakan The Fed akan mempertahankan Fed Funds Target Rate (FFTR) saat ini tidak berubah di 5,25-5,50% pada FOMC Desember 2023 dan mempertahankan level FFTR terminal ini hingga pertengahan 2024 ketika kami memprakirakan penurunan suku bunga sebesar 75 bp di 2024 (yaitu tiga penurunan sebesar 25 bp pada Juni 2024, kuartal ketiga 2024, dan kuartal keempat 2024).

Indonesia: Neraca Transaksi Berjalan Menunjukkan Kejutan Positif di Kuartal Ketiga – UOB

Ekonom Enrico Tanuwidjaja dan Ekonom Junior Agus Santoso di UOB Group mengulas rilis terbaru Neraca Transaksi Berjalan untuk periode Juli-September.
আরও পড়ুন Previous

Kontrak Berjangka Gas Alam: Berpeluang untuk Penurunan Ekstra

Mempertimbangkan laporan lanjutan dari CME Group untuk pasar berjangka gas alam, open interest meningkat sekitar 3,2 ribu kontrak pada akhir pekan lal
আরও পড়ুন Next