Gas Alam Terus Merosot Seiring Dengan Prospek Bearish dari Shell

  • Gas Alam memasuki penurunan hari kedelapan berturut-turut.
  • Para pedagang mengirimkan harga Gas yang sudah 20% lebih rendah sejak awal bulan Februari.
  • Indeks Dolar AS menguat didukung oleh inflasi yang membara, mengkonsolidasikan kenaikan pada Rabu ini.

Gas Alam (XNG/USD) tenggelam lebih rendah untuk mencari titik terendah. Penggerak tambahan kali ini adalah Shell yang mengeluarkan prospek bahwa permintaan Liquefied Natural Gas (LNG) akan berkurang secara signifikan pada tahun 2040, mengingat adanya dorongan di seluruh dunia untuk meninggalkan bahan bakar fosil. Prospek ini mendukung tren keseluruhan yang terlihat pada Minyak dan Gas dimana beberapa pemerintahan di seluruh dunia mengambil langkah-langkah untuk lebih membatasi dan menghentikan penggunaan di semua lini.

Dolar AS (USD) sedang mencoba untuk mengkonsolidasikan posisinya saat ini setelah membukukan beberapa kenaikan substansial didukung oleh laporan inflasi AS yang menunjukkan adanya tekanan harga yang persisten. Pasar harus memundurkan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve (The Fed) AS dari bulan Juni ke Juli. Hal ini membuat ekuitas menukik, meskipun saat ini sedang pulih menjelang bel pembukaan pasar AS.

Gas Alam diperdagangkan di $1,71 per MMBtu pada saat penulisan.

Penggerak Pasar Gas Alam: Pertanyaan-Pertanyaannya Terkait Masa Depan

  • Shell mengatakan dalam prospeknya bahwa permintaan LNG pada tahun 2040 akan lebih rendah dari antisipasi semula.
  • Beberapa pengetatan harga gas Eropa menunjukkan bahwa para pedagang fokus pada pengisian kembali penyimpanan gas Eropa menjelang musim dingin mendatang.
  • Eropa perlu mencari pasokan LNG 5% lebih banyak untuk mencapai tingkat penyimpanan gas yang sama seperti pada tahun 2023 menjelang musim dingin.
  • Suhu panas akan semakin mendekati prakiraan dan suhu akan naik ke level-level yang tidak sesuai musim dengan London diporyeksikan akan mencapai 13 derajat Celcius.

Analisis Teknis Gas Alam: Tampaknya akan Semakin Menurun

Gas Alam tidak mampu menghentikan kemerosotan yang telah berlangsung selama delapan hari berturut-turut. Penurunan yang lebih besar tampaknya akan segera terjadi karena pasokan masih banyak mengalir dan permintaan masih sedikit. Ditambah lagi dengan beberapa seruan seputar prospek jangka panjang dimana LNG dan bahan bakar fosil lainnya akan dihapuskan secara bertahap, dan kemungkinan kembali ke level-level yang lebih tinggi dengan cepat tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Untuk sisi atas, Gas Alam menghadapi beberapa level teknis penting yang harus dicapai kembali. Pertama, $1,99, yang mengalami penurunan yang cepat. Berikutnya adalah garis biru di $2,13 dengan triple bottom dari 2023. Jika permintaan Gas Alam tiba-tiba meningkat, kemungkinan $2,40 akan ikut berperan.

Perhatikan $1,80, yang merupakan level penting pada Juli 2020 dan seharusnya bertindak sebagai batas sekarang. Jika moratorium Presiden AS Biden dicabut, bersama dengan pasokan tambahan dari Kanada – yang mengekspor lebih banyak untuk mengisi kesenjangan dari AS – $1,64 dan $1,53 (terendah 2020) adalah target yang harus diwaspadai.

XNG/USD (Grafik Harian)
XNG/USD (Grafik Harian)

GBP/USD: Momentum Teknikal Terakumulasi Secara Bearish pada Pound Sterling – Scotiabank

GBP/USD lemah tetapi menjauhi terendah sebelumnya. Para ekonom Scotiabank menganalisis prospek pasangan mata uang ini. Nada Lemah di Grafik Sterlin
مزید پڑھیں Previous

Analisis Harga USD/CAD: Terkoreksi Secara Bertahap di Bawah 1,3550

Pasangan USD/CAD turun sedikit di bawah 1,3550 pada akhir sesi Eropa pada hari Rabu karena harga minyak yang optimis telah memperkuat Dolar Kanada. As
مزید پڑھیں Next