USD/KRW Naik ke Sekitar Level 1.333,97, Won Korea Lesu Tunggu Data Inflasi Korsel dan Sejumlah Data AS

  • Won Korea (KRW) memerah lagi, merosot ke 1.333,97 per Dolar AS.
  • Data dalam negeri yang beragam tidak membantu Won menghadapi Dolar AS yang sedang bergerak stagnan.
  • USD/KRW harus keluar dari kisaran perdagangan pada grafik harian untuk menentukan arah selanjutnya.

Pagi ini Won Korea (KRW) melemah lagi ke 1.333,97 melawan Dolar AS (USD) setelah beberapa angka dari Badan Statistik Korea Selatan dan Bank of Korea dirilis pada hari Senin dan Selasa, namun masih berada dalam rentang perdagangan yang telah berlaku sejak lebih dari dua pekan lalu di 1.325-1.340. USD/KRW sejauh ini mencatatkan penguatan 2,32 poin atau 0,16%.

Dolar Indeks AS (DXY) bergerak datar di sekitar 103,85 menunggu dorongan selanjutnya dari beberapa data dan peristiwa penting dari AS yang akan dirilis pekan ini.

Kemarin Badan Statistik Korea Selatan (Korsel) merilis beberapa data ekonominya. Produksi industri bulan ke bulan turun ke 1,3% di bulan Januari 2024. Sementara angka tahun ke tahun melonjak sebesar 12,9% di bulan Januari, lebih kuat dari angka bulan Desember di 6,1%. Kemudian Penjualan Ritel bulan ke bulan untuk bulan Januari 2024 melaju sebesar 0,8%, mencatatkan peningkatan selama tiga bulan berturut-turut, kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya penjualan perangkat komunikasi, komputer dan kosmetik.

Selanjutnya pada hari ini, Bank of Korea (BoK) juga telah merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan yang stagnan di 0,6%, sama dengan angka pada dua rilis sebelumnya. Tingkat pertumbuhan PDB tahunan berada di 2,2% pada kuartal keempat tahun 2023, naik dari 1,4% pada kuartal sebelumnya.

Para pedagang akan menunggu data Inflasi Korea Selatan yang dirilis besok pukul 06:00 WIB. Sementara dari Amerika Serikat (AS), mereka akan memantau Indeks Manajer Pembelian (IMP) Jasa hari ini, kemudian kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Komite Jasa Keuangan Kongres AS mengenai Laporan Kebijakan Moneter Setengah Tahunan The Fed pada hari Rabu dan Kamis, dilanjutkan dengan rilis angka Nonfarm Payrolls pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk arah lebih lanjut.

Analisis USD/KRW

USD/KRW masih bergerak sideways sejak lebih dari dua minggu lalu dalam rentang perdagangan di 1.325-1.340 yang ditunjukkan pada grafik harian. Arah pergerakan lebih lanjut dapat ditentukan jika pasangan mata uang ini menembus salah satu sisi rentang perdagangan tersebut. Pada sisi atas resistance terdekat terbentang di sekitar level tertinggi 17 Januari di 1.350,20, sementara level support terdekat di bawah dasar rentang perdagangan terletak di terendah 2 Februari 1.320,91. Garis Simple Moving Average (SMA) 50 yang menyilang di atas SMA 100 masih menujukkan bahwa pergerakan harga masih cenderung bullish dan dalam waktu dekat harga berpeluang menyentuh level di sekitar 1.336,45.

Grafik Harian USD/KRW

Grafik Harian USD/KRW

 

WTI Melanjutkan Penurunan Mendekati $78,10 meskipun OPEC+ Melanjutkan Pengurangan Produksi Minyak

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terus menurun selama dua sesi berturut-turut, dengan harga berada di dekat $78,20 per barel pada hari Selasa. Meskipun ada upaya dari negara-negara OPEC+, termasuk Rusia, untuk mengimplementasikan pemangkasan produksi minyak secara sukarela, harga minyak mentah masih menghadapi tekanan turun.
了解更多 Previous

Harga Emas Mundur dari Puncak Multi-Bulan, Potensi Penurunan Tampak Terbatas

Harga emas (XAU/USD menguat ke puncak tiga bulan pada hari Senin dan menetap di level tertinggi sepanjang masa, di atas angka $2.100 di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni. Selain itu, eskalasi lebih lanjut dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah ternyata menjadi faktor lain yang menopang logam mulia safe haven. Namun, para pembeli memilih untuk mengambil beberapa keuntungan selama sesi Asia pada hari Selasa dan menunggu lebih banyak isyarat t
了解更多 Next