USD/SGD Tertekan ke 1,3472 setelah Data Pinjaman Bank Singapura Meningkat ke SGD 801,5 Miliar
- USD/SGD melemah ke 1,3472 setelah data Pinjaman Bank di Singapura meningkat ke SGD 801,5 Miliar.
- Para pedagang selanjutnya akan menunggu data-data makro Singapura siang ini.
- Komentar-komentar hawkish The Fed mendukung penguatan Dolar AS.
USD/SGD dibuka di 1,3476, sedikit melemah setelah menembus kisaran perdagangan 1,3436-1,3473 pada hari Rabu lalu. Pada saat ini, pasangan mata uang tersebut diperdagangkan di 1,3472.
Pagi ini, Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) melaporkan Pinjaman Bank ke sektor swasta di bulan Februari sebesar SGD 801,5 Miliar, meningkat terhadap jumlah di bulan sebelumnya yang sebesar SGD 794,3 Miliar. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak Maret 2023.
Selain itu, MAS juga telah melaporkan lelang imbal hasil (yield) surat utang Singapura bertenor enam bulan kemarin (27/03/2024), yang naik sedikit ke 3,8%. Lelang sebelumnya menawarkan imbal hasil sebesar 3,78%. Eugene Leow, ahli strategi suku bunga senior di DBS menyebutkan bahwa kenaikan imbal hasil dari level saat ini kemungkinan terbatas jika The Fed mempertahankan bias pelonggaran di tahun 2024.
Federal Reserve AS diprakirakan akan menurunkan suku bunga pada tahun ini, setelah mempertahankan suku bunganya di pertemuan bulan Maret. The Fed telah memproyeksikan untuk melakukan pemangkasan sebanyak tiga kali tahun ini dalam dot plot-nya, meskipun data menunjukkan bahwa angka inflasi di AS tetap tinggi di bulan Januari dan Februari.
Komentar-komentar hawkish dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller semalam meredam harapan akan penurunan suku bunga. Dia mengatakan bahwa tidak perlu terburu-buru untuk memangkas suku bunga kebijakan. Kemudian melanjutkan dengan menyebutkan, perlu melihat lebih banyak kemajuan inflasi sebelum mendukung pemangkasan suku bunga.
Siang ini, Singapura akan menampilkan data Harga Ekspor dan Impor, serta Indeks Harga Produsen (IHP) untuk bulan Februari. IHP diprediksi akan meningkat ke 0,9% dari -3% pada bulan sebelumnya.
Di AS, para pedagang akan memantau data Produk Domestik Bruto (PDB) Triwulan IV nanti malam menjelang rilis data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) yang dirilis pada hari Jumat.