WTI Menemukan Support di Dekat $85, Ketegangan Geopolitik Menjaga Permintaan Minyak Tetap Utuh

  • Harga minyak berkonsolidasi di dekat $85,00 menjelang data Inflasi AS untuk bulan Maret.
  • Data inflasi AS akan memberikan isyarat mengenai kapan The Fed dapat mulai menurunkan suku bunga.
  • Keterlibatan langsung Iran dalam perang di Gaza dan serangan-serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia dapat memperketat suplai minyak lebih lanjut.

West Texas Intermediate (WTI), kontrak berjangka di NYMEX, tetap didukung di dekat $85,00 menjelang data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat, yang akan dipublikasikan pada 12:30 GMT (19:30 WIB). Data inflasi untuk bulan Maret akan mempengaruhi ekspektasi pasar untuk Federal Reserve (The Fed) yang beralih ke penurunan suku bunga pada pertemuan bulan Juni.

Data inflasi diprakirakan akan tetap tinggi karena kenaikan harga minyak, biaya sewa, dan biaya asuransi serta biaya manajemen portofolio.

Harga minyak terkoreksi setelah mencetak level tertinggi baru dalam lima bulan terakhir di $87,50. Namun, meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah membuat permintaan minyak tetap terjaga. Proposal gencatan senjata dari Israel tidak memenuhi berbagai tuntutan Hamas, tetapi Hamas telah berkomentar bahwa mereka akan mempelajari lebih lanjut dan kembali ke mediator. Hamas ingin Israel menarik pasukannya dan mengizinkan warga Palestina kembali ke rumah mereka, yang mengungsi karena perang di Gaza.

Kekhawatiran akan intervensi langsung Iran dalam perang Israel-Palestina semakin meningkat karena tentara Israel telah mengumumkan bahwa mereka siap untuk menyerbu Rafah, tempat terakhir bagi warga Palestina yang mengungsi.

Masuknya Iran dari garis depan perang di Gaza akan secara signifikan mengganggu rantai suplai minyak. Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga dari OPEC, dan keterlibatan langsungnya dalam perang akan memperketat pasar minyak secara signifikan, yang akan berdampak positif pada harga minyak.

Di wilayah timur Eropa, serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia juga membuat kekhawatiran akan guncangan pasokan minyak terus berlanjut. 

Level-Level Teknis Minyak WTI AS

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 84.89
Perubahan harian hari ini 0.11
Perubahan harian hari ini % 0.13
Pembukaan harian hari ini 84.78
 
Tren
SMA 20 Harian 82.49
SMA 50 Harian 79.14
SMA 100 Harian 76.32
SMA 200 Harian 79.18
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 86.32
Terendah Harian Sebelumnya 84.51
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 87.12
Terendah Mingguan Sebelumnya 82.26
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 83.05
Terendah Bulanan Sebelumnya 76.5
Fibonacci Harian 38,2% 85.2
Fibonacci Harian 61,8% 85.63
Pivot Point Harian S1 84.08
Pivot Point Harian S2 83.39
Pivot Point Harian S3 82.27
Pivot Point Harian R1 85.9
Pivot Point Harian R2 87.01
Pivot Point Harian R3 87.71

 

 

 

 

Harga Emas Melayang di Dekat Level Tertinggi Baru di Sekitar $2.360 Menjelang Data Inflasi AS

Harga emas (XAU/USD) terjebak dalam kisaran ketat sedikit di bawah level tertinggi sepanjang masa di $2.365 di sesi Eropa hari Rabu. Para investor menahan diri untuk membangun posisi baru karena mereka menunggu data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat untuk bulan Maret, yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Para ekonom melihat inflasi masih tetap tinggi karena kenaikan harga minyak, biaya sewa, biaya asuransi, dan biaya manajemen portofolio.
Leer más Previous

Peso Meksiko Melanjutkan Tren Naik meskipun Data Inflasi Lebih Rendah

Peso Meksiko (MXN) diperdagangkan lebih tinggi pada sebagian besar pasangan mata uang pada hari Rabu, sejalan dengan tren jangka panjang mata uang tersebut. Mata uang ini telah menghapus pelemahan pada hari sebelumnya ketika data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan untuk bulan Maret sedikit meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga oleh Bank of Mexico (Banxico).
Leer más Next