Pound Sterling Melemah saat Pedagang Melihat BoE Mungkin akan Menurunkan Suku Bunga Lebih Awal dari The Fed

  • Pound Sterling menghadapi tekanan jual karena prospek inflasi yang lemah mendorong prospek penurunan suku bunga BoE.
  • Penjualan Ritel Inggris yang lemah juga berkontribusi terhadap prospek inflasi yang lebih lemah.
  • Argumen suku bunga The Fed lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama memperkuat Dolar AS.

Pound Sterling (GBP) tetap melemah di sesi London hari ini karena para investor terus memprakirakan Bank of England (BoE) akan beralih ke penurunan suku bunga lebih awal dibandingkan Federal Reserve (The Fed) AS. Pasangan GBP/USD diperdagangkan dekat terendah lima bulan di sekitar 1,2360 karena para investor memprakirakan The Fed akan mempertahankan kerangka kebijakan moneternya yang ketat untuk waktu yang lebih lama. Prospek ekonomi kuat dan belanja konsumen kuat di Amerika Serikat menjaga inflasi tetap tinggi.

Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Dolar AS terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan stabil di dekat support penting 106,00. Minggu ini, Dolar AS akan dipandu oleh data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti untuk bulan Maret, yang diprakirakan akan mempengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Saat ini, pasar keuangan mengantisipasi The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pinjaman mulai bulan September.

Sementara itu, meredanya kekhawatiran terhadap peningkatan ketegangan lebih lanjut antara Israel dan Iran dapat memberikan dukungan pada aset-aset yang sensitif terhadap risiko. Iran mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk melakukan pembalasan langsung, menurut Al Jazeera.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Semakin Tergelincir sementara Dolar AS Mengalami Kenaikan

  • Pound Sterling menemukan support temporer di dekat 1,2360 setelah mundur dari 1,2470. Kemungkinan penurunan lebih lanjut mungkin terjadi setelah komentar dari Deputi Gubernur Bank of England Dave Ramsden pada hari Jumat, yang mengatakan bahwa risiko kenaikan inflasi telah surut dan bahwa pertumbuhan harga dapat di bawah proyeksi bank sentral baru-baru ini.
  • Ramsden mengatakan "Selama beberapa bulan terakhir Saya menjadi lebih yakin dengan bukti bahwa risiko terhadap persistensi tekanan inflasi domestik semakin berkurang, dibantu oleh membaiknya dinamika inflasi," Reuters melaporkan. Namun, ia memperingatkan bahwa tidak seperti Amerika Serikat, latar belakang inflasi di Inggris adalah masih lemahnya pertumbuhan ekonomi.
  • Prospek kuat pelonggaran inflasi Inggris dalam waktu dekat dan prospek ekonomi suram diprakirakan akan memungkinkan BoE untuk mulai menurunkan suku bunga lebih awal dari antisipasi sebelumnya.
  • Prospek penurunan inflasi lebih lanjut juga didorong oleh lemahnya data Penjualan Ritel di bulan Maret. Office for National Statistics (ONS) pada hari Jumat menunjukkan bahwa Penjualan Ritel tidak berubah pada bulan Maret dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan di bawah prakiraan naik 0,3% oleh para ekonom. Pada bulan Februari, Penjualan Ritel hanya tumbuh 0,1%. Data Penjualan Ritel merupakan indikator utama belanja konsumen, sehingga angka yang lemah menandakan krisis biaya hidup semakin parah akibat lebih tingginya suku bunga bank sentral.
  • Ke depan, Pound Sterling akan mengikuti data IMP pendahuluan S&P Global/CIPS  untuk bulan April, yang akan diterbitkan pada hari Selasa. IMP Manufaktur diprakirakan akan terus di wilayah ekspansi 50,3. IMP Jasa diestimasi sedikit turun ke 53,0 dari 53,1.

Analisis Teknis: Pound Sterling Turun di Bawah 1,2400

GBPUSD
Pound Sterling melanjutkan perjalanan menurunnya setelah gagal merebut kembali resistance penting 1,2400. Pasangan GBP/USD melemah setelah penembusan pola grafik Head and Shoulder, yang neckline-nya diplot dari terendah 8 Desember di sekitar 1,2500. Exponential Moving Average (EMA) 20-hari dan 50-hari yang miring ke bawah yang masing-masing di 1,2525 dan 1,2600, mengindikasikan prospek jangka panjang adalah bearish.

Relative Strength Index (RSI) 14-periode berosilasi di kisaran 20,00-40,00, mengindikasikan momentum bearish kuat.

EUR/USD Mendapat Bantuan dari Meredanya Ketegangan Geopolitik

EUR/USD terus diperdagangkan dalam kisaran seperti kotak, naik sepersepuluh poin persentase di 1,0660 pada hari Senin.
Mehr darüber lesen Previous

Harga Emas India Hari ini: Emas Turun, Menurut Data MCX

Harga Emas turun di India pada hari Senin, menurut data dari Multi Commodity Exchange (MCX) India.
Mehr darüber lesen Next