USD/IDR Terus Tertekan, Mengangkat Rupiah ke Level 15.993 Jelang Suku Bunga BI dan The Fed
- USD/IDR masih tertekan, Rupiah perkasa di sekitar level 15.993 pada sesi perdagangan Asia.
- Bank Indonesia akan merilis keputusan suku bunganya siang ini, diprakirakan akan tetap menahannya di tingkat 6,25%.
- Pasar global memantau Risalah Rapat FOMC malam ini, para pejabat The Fed mempertahankan nada hati-hati.
USD/IDR tertekan di tengah perdagangan sesi Asia, membawa Rupiah (IDR) ke level 15.993 pada pagi ini menjelang rilis hasil keputusan suku bunga Bank Indonesia dan risalah rapat FOMC. Pasangan mata uang ini menutup perdagangan kemarin di 15.994, lebih rendah 0,13% dari perdagangan sebelumnya.
Bank Indonesia (BI) akan merilis keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) terkait suku bunga di siang hari, Waktu Indonesia Barat. BI diprakirakan akan mempertahankan tingkat suku bunganya di 6,25%, setelah pada bulan April lalu secara mengejutkan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin – demi menahan pelemahan Rupiah lebih jauh, yang saat itu telah mencapai tertinggi baru di atas 16.300-an per Dolar AS.
Kemudian, pada sesi perdagangan Amerika, Risalah Rapat FOMC akan menyedot perhatian pasar secara luas. Para pengambil kebijakan The Fed tetap mempertahankan nada hati-hati setelah data inflasi AS bulan April menunjukkan pelemahan, yang memicu harapan atas pemangkasan suku bunga.
Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins menyebutkan bahwa kemajuan menuju penyesuaian suku bunga akan memakan waktu lebih lama. Selain itu, menurut Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Loretta Mester, mempertahankan suku bunga tetap ketat bukanlah hal yang mengkhawatirkan saat ini, mengingat kuatnya pasar tenaga kerja, seraya menambahkan bahwa, inflasi akan menurun, namun akan memakan waktu lebih lama.
Menurut FedWatch Tool CME Group, pasar keuangan mengharapkan pemangkasan suku bunga pertama akan terjadi paling cepat pada bulan September, dengan peluang 51,9% untuk pemangkasan sebesar 25 basis poin.