Emas Antam 1 Gram Dijual di harga Rp2.839.000 yang Tidak Berubah Hari ini

Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.839.000 hari ini. Harganya tidak berubah dari harga kemarin, seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Sementara itu, Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.469.5000 dan 1.000 gram di Rp2.779.600.000, juga tidak berubah.

Emas Antam tampak mengabaikan harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup -0,56% di $4.688 per troy ons kemarin. Emas tersebut telah ditutup merah untuk dua hari perdagangan berturut-turut namun dalam jangka pendek harganya konsolidasi di sekitar level-level saat ini, belum menunjukkan pergerakan arah yang tegas.

Data Penjualan Ritel, Klaim Tunjangan Pengangguran AS, dan pernyataan para pejabat The Fed hari ini bisa menjadi penggerak untuk harga Emas. Namun, perhatian juga akan tertuju pada pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Hasil atau berita apa pun yang keluar dari pertemuan tersebut berpotensi menggerakkan harga Emas ke depan.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Dolar Kanada Bergerak Sedikit saat Pedagang Berhati-hati Menjelang KTT AS-Tiongkok

Pasangan mata uang USD/CAD tetap tenang setelah enam hari mengalami kenaikan, diperdagangkan sekitar 1,3700 selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Pasangan mata uang ini tetap diam sementara Dolar AS (USD) bergerak sedikit karena kehati-hatian pasar yang mendominasi menjelang pertemuan penting di Beijing antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Đọc thêm Previous

Lonjakan Pertumbuhan PDB Inggris di Kuartal 1 Mungkin Menutupi Perlambatan Potensial Akibat Perang Iran

Office for National Statistics Inggris akan merilis estimasi awal laporan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama pada hari Kamis. Analis pasar memperkirakan pertumbuhan 0,6% dalam tiga bulan hingga Maret, setelah kenaikan sedikit sebesar 0,1% di kuartal terakhir tahun 2025
Đọc thêm Next