Kocher dari ECB: Siap Mengambil Tindakan Kebijakan Moneter Kapan Saja Jika Diperlukan

Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Martin Kocher mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral siap menerapkan langkah-langkah kebijakan moneter kapan pun diperlukan. 

Kutipan-Kutipan Utama

Siap menerapkan langkah-langkah kebijakan moneter kapan pun diperlukan. 

ECB akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai target inflasi 2% dalam jangka menengah. 

Saat ini belum terlihat efek sekunder. 

Reaksi Pasar

Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang EUR/USD naik 0,16% pada hari ini ke 1,1438.

Pertanyaan Umum Seputar Euro

Euro adalah mata uang untuk 19 negara Uni Eropa yang termasuk dalam Zona Euro. Euro adalah mata uang kedua yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah Dolar AS. Pada tahun 2022, mata uang ini menyumbang 31% dari semua transaksi valuta asing, dengan omzet harian rata-rata lebih dari $2,2 triliun per hari. EUR/USD adalah pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menyumbang sekitar 30% dari semua transaksi, diikuti oleh EUR/JPY (4%), EUR/GBP (3%) dan EUR/AUD (2%).

Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman, adalah bank cadangan untuk Zona Euro. ECB menetapkan suku bunga dan mengelola kebijakan moneter. Mandat utama ECB adalah menjaga stabilitas harga, yang berarti mengendalikan inflasi atau merangsang pertumbuhan. Alat utamanya adalah menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif tinggi – atau ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi – biasanya akan menguntungkan Euro dan sebaliknya. Dewan Pengurus ECB membuat keputusan kebijakan moneter pada pertemuan yang diadakan delapan kali setahun. Keputusan dibuat oleh kepala bank nasional Zona Euro dan enam anggota tetap, termasuk Presiden ECB, Christine Lagarde.

Data inflasi Zona Euro, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasikan (HICP), merupakan ekonometrik penting bagi Euro. Jika inflasi naik lebih dari yang diharapkan, terutama jika di atas target 2% ECB, maka ECB harus menaikkan suku bunga untuk mengendalikannya kembali. Suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan suku bunga negara-negara lain biasanya akan menguntungkan Euro, karena membuat kawasan tersebut lebih menarik sebagai tempat bagi para investor global untuk menyimpan uang mereka.

Rilis data mengukur kesehatan ekonomi dan dapat memengaruhi Euro. Indikator-indikator seperti PDB, IMP Manufaktur dan Jasa, ketenagakerjaan, dan survei sentimen konsumen semuanya dapat memengaruhi arah mata uang tunggal. Ekonomi yang kuat baik untuk Euro. Tidak hanya menarik lebih banyak investasi asing, tetapi juga dapat mendorong ECB untuk menaikkan suku bunga, yang secara langsung akan memperkuat Euro. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, Euro kemungkinan akan jatuh. Data ekonomi untuk empat ekonomi terbesar di kawasan Euro (Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol) sangat penting, karena mereka menyumbang 75% dari ekonomi Zona Euro.

Rilis data penting lainnya bagi Euro adalah Neraca Perdagangan. Indikator ini mengukur perbedaan antara apa yang diperoleh suatu negara dari ekspornya dan apa yang dibelanjakannya untuk impor selama periode tertentu. Jika suatu negara memproduksi barang ekspor yang sangat diminati, maka nilai mata uangnya akan naik murni dari permintaan tambahan yang diciptakan oleh pembeli asing yang ingin membeli barang-barang ini. Oleh karena itu, Neraca Perdagangan bersih yang positif memperkuat mata uang dan sebaliknya untuk neraca yang negatif.


Harga Emas Indonesia Hari Ini: Emas Jatuh, menurut Data FXStreet

Harga emas di Indonesia turun pada hari Rabu, menurut data yang dikumpulkan oleh FXStreet.
مزید پڑھیں Previous

Euro Naik Tipis terhadap Pound Inggris saat Lonjakan Harga Minyak Mengangkat Ekspektasi Suku Bunga ECB

Pasangan mata uang EUR/GBP mendapatkan momentum di dekat 0,8535 selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu. Para pedagang meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) karena lonjakan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi.
مزید پڑھیں Next